Cara Diet, Aman Bagi Ibu Menyusui, Program Sehat

16 April 2013

Ayo Makan Buncis!

Diarsipkan di bawah: Gaya Hidup — Joko S @ 06:44 and tagged , , ,

Buncis, banyak orang sudah mengenal sayuran ini. Namun anda mungkin belum tahu bahwa buncis bukanlah tanaman asli Indonesia. Bahkan nama buncis berasal dari bahasa Belanda boontjes. Sayuran bernama latin Phaseolus vulgaris ini diduga berasal dari Peru. Dari sana, buncis menyebar ke seluruh amerika selatan dan tengah sebelum diperkenalkan ke eropa sekitar abad ke-16 oleh penjelajah spanyol dan kemudian tersebar ke bagian dunia lain oleh pedagang spanyol dan portugis. Saat ini, produsen komersial terbesar buncis segar termasuk argentina, cina, mesir, perancis, indonesia, india, irak, italia, perancis, meksiko, belanda, spanyol, dan amerika serikat.

Sayuran sehat

Buncis adalah kacang-kacangan yang menyehatkan. Kandungan gizinya sangat banyak. Setiap 100 gram buncis sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan harian 20% vitamin C, 18% Vitamin K dan 13% vitamin A. Selain itu, ada banyak serat dan sejumlah vitamin B1, B2, B3, B6 dan B11. Buncis juga mengandung mineral, seperti mangan, molibdenum, magnesium, potasium, zat besi, fosfor, kalsium dan tembaga.

Kandungan fitonutrien dalam buncis termasuk berbagai karotenoid dan flavonoid yang memiliki efek antioksidan kuat. Karena berwarna hijau, anda mungkin tidak mengira bahwa buncis menyediakan sejumlah karoteniod yang biasanya hadir pada sayuran berwarna seperti wortel dan tomat. Penelitian terbaru telah mengkonfirmasi adanya lutein, beta-karoten, violaxanthin, dan neoxanthin dalam buncis. Kita tidak bisa melihat karotenoid itu karena kandungan klorofilnya yang pekat. Flavonoid dalam buncis mencakup quercetin, kaemferol, catechin, procyanidin dan epicatechin.

Baik untuk pembuluh darah

Menurut beberapa penelitian, kapasitas antioksidan buncis secara keseluruhan lebih besar dibandingkan makanan serupa dalam keluarga kacang-kacangan seperti kacang polong atau kacang panjang. Kapasitas antioksidan itu memberikan manfaat langsung pada sistem kardiovaskuler. Manfaat buncis terutama berasal dari biji kacang yang terdapat di dalamnya. Dalam studi pada tikus, buncis terlihat dapat menekan peningkatan kadar lemak darah dan melindungi sel-sel dari kerusakan oksidatif. Meskipun belum diteliti sampai saat ini, asam lemak omega-3 dalam buncis juga mungkin berkontribusi penting pada manfaat kardiovaskulernya. Buncis mengandung sejumlah asam lemak alfa-linolenat omega-3 (ALA). Terdapat 1 miligram ALA untuk setiap 4 kalori buncis yang Anda makan.

Baik untuk pasien diabetes

Kandungan seratnya membuat pelepasan glukosa dilakukan bertahap ke dalam darah. Tidak ada lonjakan gula darah secara tiba-tiba.

Dengan membantu pencernaan, serat juga bermanfaat untuk orang yang tidak menderita diabetes karena turut mencegah banyak penyakit dan meningkatkan penyerapan nutrisi.

Tips untuk anda

  • Buncis termasuk di antara sejumlah kecil makanan yang mengandung oksalat. Oksalat yang terlalu terkonsentrasi dicairan tubuh dapat mengkristal dan menimbulkan masalah kesehatan. Oleh karena itu, penderita penyakit ginjal atau kandung empedu mungkin perlu menghindarinya.
  • Belilah buncis di pasar atau petani yang menjual dalam kondisi segar. Pilihlah buncis yang berwarna hijau cerah dan bertekstur halus, bebas dari bintik-bintik coklat atau belang. Simpan buncis yang segar dalam kantong plastik di rak kulkas. Dengan cara ini, buncis dapat disimpan sampai sekitar tujuh hari di dalam kulkas.
  • Sebelum memasak buncis, cuci di bawah air mengalir. Potong kedua ujungnya dengan baik dengan pisau. Buncis sebaiknya tidak dimasak terlalu matang. Untuk mempertahankan fitonutrien, vitamin dan mineralnya, sebaiknya anda tidak merebus atau menumis lebih dari 5 menit.

14 April 2013

Hal-Hal Yang Membikin Metabolisme Melambat

Metabolisme adalah suatu proses dimana tubuh mengubah makanan dan minuman menjadi energi untuk melakukan aktivitas. Apabila metabolisme tubuh kita baik, maka pembakaran kalori dalam tubuh juga akan optimal. Tetapi, bila proses metabolisme kita lambat, pembakaran kalori dalam tubuh kita juga akan menjadi lambat.

Banyak hal yang membuat proses metabolisme didalam tubuh menjadi lebih lambat seperti usia, jenis kelamin, berat badan, asupan gizi dan lain-lain. Tetapi ada penyebab lain yang mungkin jarang diketahui. diantaranya:

  • kekurangan Kafein
    Kafein adalah stimulan yang dapat meningkatkan tingkat metabolisme tubuh. Menurut sebuah riset yang dipublikasikan dalam International Journal of Obesity, konsumsi kafein dapat menaikkan tingkat metabolisme tubuh 4-5 persen, asalkan dikonsumsi dengan jumlah yang tepat. Namun, penting untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan, karena dapat berdampak negatif pada tubuh kita.
  • Melewatkan Sarapan pagi
    Melewatkan sarapan pagi dan waktu makan dengan alasan ingin langsing, sesungguhnya dapat menyebabkan proses metabolisme di dalam tubuh menjadi lebih lambat. Mengapa? Karena, tubuh membutuhkan sejumlah nutrisi dan kalori setiap harinya untuk mendukung fungsi dari kerja tubuh. Jadi, jika asupan nutrisi terlalu rendah, maka tubuh akan mencari sumber bahan makanan lain dan biasanya mereka mengambilnya dari jaringan otot.
  • Terlalu Banyak Alkohol
    Menurut sebuah artikel yang ditulis oleh Dr Mauro Di Pasquale pada  BodyBuilding.com, disebutkan bahwa alkohol dapat memperlambat metabolisme hingga 73%, bahkan beberapa jam setelah anda selesai mengonsumsi alkohol.
  • Rendah Asupan Vitamin D
    Vitamin D telah lama dikenal sebagai vitamin “sinar matahari” dan sangat penting dalam membantu proses penyerapan kalsium.
  • Massa Otot Rendah
    Fakta ilmiah menyebutkan bahwa otot menggunakan lebih banyak energi ketimbang lemak. Oleh karena itu, seseorang yang memiliki massa otot lebih besar, umumnya cenderung memiliki tingkat metabolisme yang lebih cepat. Jadi, dengan melakukan latihan beban, tingkat metabolisme juga akan semakin meningkat.
  • Kekurangan Zat Besi
    Zat besi adalah nutrisi penting yang diperlukan tubuh untuk membawa oksigen ke otot untuk membantu membakar lemak. Namun banyak orang kekurangan zat besi, terutama para wanita yang secara rutin mengalami periode bulanan (menstruasi). Kondisi ini dapat menyebabkan gejala cepat lelah, lema.
  • Kekurangan Protein
    Selain zat besi, protein juga memiliki peran vital untuk menjaga kesehatan otot. Protein dapat meningkatkan metabolisme hingga 35%. Oleh karena itu, pastikan agar setiap makanan yang dikonsumsi mengandung beberapa jenis protein.
  • Diabetes tipe 2
    Meskipun hubungannya belum diketahui secara pasti, tetapi beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa seseorang dengan diabetes tipe 2 cenderung memiliki tingkat metabolisme lebih lambat ketimbang mereka yang tidak mengidap diabetes tipe 2.

30 Maret 2013

Manfaat Buah Apel

Diarsipkan di bawah: Gaya Hidup — Joko S @ 13:57 and tagged , ,

1bdc896afcaf16d5b954cf356d4fdf8f_itf140004

Apel telah terbukti bermanfaat untuk wanita usia menopause. Menurut penelitian US Apple Association pada tahun 1992, diberitakan bahwa apel mengandung boron yang membantu tubuh wanita mempertahankan kadar estrogen pada saat menopause. Gangguan penyakit pada saat menopause, seperti ancaman penyakit jantung dan kekeroposan tulang karena kurangnya hormon estrogen, bisa dicegah dengan boron yang terkandung dalam apel.

Mengandung Flavonoid Tertinggi

Telah banyak penelitian mengungkapkan bahwa apel, seperti buah-buahan lain, kaya akan serat, fitokimia, dan flavonoid. Hanya saja, menurut Institut Kanker Nasional Amerika Serikat, apel paling banyak mengandung flavonoid dibandingkan dengan buah-buahan lain.

Zat ini, menurut laporan tersebut, mampu menurunkan risiko kena penyakit kanker paru-paru sampai 50 persen. Selain itu ada kabar baik untuk kaum pria. Hasil penelitian Mayo Clinic di Amerika Serikat pada tahun 2001 membuktikan bahwa quacertin, sejenis flavonoid yang terkandung dalam apel, dapat membantu mencegah pertumbuhan sel kanker prostat.

Fitokimia di dalam apel akan berfungsi sebagal antioksidan yang melawan kolesterol jahat (LDL, Low Density Lipoprotein), yang potensial menyumbat pembuluh darah. Antioksidan akan mencegah kerusakan sel-sel atau jaringan pembuluh darah. Pada saat bersamaan, antioksidan akan meningkatkan kolesterol baik (HDL, High Density Lipoprotein), yang bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah.

Tidak hanya itu, kandungan pektin (serat larut yang dikandung buah-buahan dan sayuran), telah diteliti dan terbukti menurunkan kadar kolesterol di dalam darah. Secara spesilik pada sebuah penelitian awal, terbukti bahwa dalam apel ditemukan asam D-glucaric yang berinanfaat mengatur kadar kolesterol. Disebutkan dalam penelitian tersebut, jenis asam ini mampu mengurangi kolesterol sampai 35 persen.

Kadar kolesterol yang terjaga dan zat antioksidan akan melindungi tubuh dari serangan jantung dan stroke. Ini terbukti pada sebuah studi di Finlandia tahun 1996, bahwa orang yang pola makannya mengandung fitokimia, berisiko rendah untuk kena penyakit jantung. Penelitian lain, sebagaimana dikutip the British Medical Journal mengungkapkan bahwa apel juga mencegah terjadinya stroke.

Zat fitokimia yang terdapat pada kulit apel ini, menurut sebuah penelitian di Cornell University Amerika Serikat, bermanfaat menghambat pertumbuhan sel kanker usus sebesar 43 persen. Fitokimia dan flavonoid secara bersama-sama dilaporkan juga menurunkan jumlah kejadian kanker paru-paru.

Sementara itu, sebuah penelitian lain di Welsh, Inggris, menunjukkan bahwa konsumsi buah apel secara teratur akan membuat paru-paru berfungsi lebih baik. Para peneliti yakin fungsi pernapasan akan lebih baik karena kandungan fitokimia di dalam apel meredam efek negatif oksidan yang merusak organ tubuh.

Meredakan Diare

Kandungan serat apel ternyata terhitung tinggi, sebesar 5 gram untuk setiap buah berukuran sedang. Jumlah ini lebih tinggi daripada kandungan serat pada kebanyakan produk sereal. Serat ini bermanfaat untuk melancarkan pencernaan dan menurunkan berat badan.

Buah ini hampir tanpa lemak dan kolesterol, sehingga cocok dimasukkan sebagai menu orang yang sedang berdiet. Keluhan seperti sembelit pada orang diet, tidak akan terjadi bila orang tersebut memasukan apel sebagai bagian dari menunya.

Meski bermanfaat mengatasi sembelit, buah apel juga punya khasiat meredakan diare. Ini menurut Miriam Polunnin dalam bukunya Healing Foods. Menurut buku tersebut, apel sangat bermanfaat untuk pencernaan.

Penelitian Konowalchuck J pada tahun 1978 mempublikasikan manfaat lain apel. Konowalchuck menyebutkan bahwa sari buah apel terbukti ampuh melawan berbagai serangan infeksi virus. Dengan sari apel, stamina dan kekebalan tubuh akan menjadi lebih baik. Kondisi ini bisa menghindarkan tubuh dari serangan virus, terlebih pada saat pergantian musim seperti sekarang ini.

Di samping kandungan zat-zat yang telah disebutkan di atas. Apel juga mengandung tannin berkonsentrasi tinggi. Tannin ini, seperti ditulis Jurnal American Dental Association pada tahun 1998, mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi yang disebabkan oleh tumpukan plak. Tidak hanya itu, tannin juga berfungsi mencegab infeksi saluran kencing dan menurunkan risiko penyakit jantung.

24 Maret 2013

Putih Telur Bisa Membakar Lemak

Kolesterol yang terdapat pada telur ternyata paling banyak berada pada kuning telur. Oleh karena itu, Anda bisa menggunakan putih telur dalam masakan atau makanan sehari-hari untuk menurunkan tingkat kolesterol.

Putih telur = sumber protein alami
Putih telur mengandung 40 jenis protein dan nutrisi penting lainnya seperti potasium, kalsium, fosfor dan seng. Protein alami yang terdapat pada putih telur ini juga baik dalam menghasilkan asam amino untuk pembentukan otot.

Putih telur menghasilkan protein yang langsung bisa diserap oleh tubuh
Makanan lain yang mengandung protein seperti daging-dagingan atau minuman berprotein harus dipecah dulu oleh tubuh sebelum dapat diserap. Proses yang lama ini menyebabkan tubuh hanya bisa menerima 1/3 saja dari protein asli. Sementara dengan putih telur, protein langsung diserap oleh tubuh 100%.

Sarapan putih telur untuk mengurangi berat badan
Mengonsumsi putih telur di pagi hari memberikan tenaga bagi tubuh untuk membakar lemak dan kalori sambil membentuk otot. Sebuah penelitian di Pennington Biomedical Research Center membuktikan bahwa mereka yang mengonsumsi dua putih telur setiap pagi, berat badannya berkurang hingga 65% dan merasa lebih berenergi, daripada mereka yang hanya mengonsumsi roti biasa.

3 Maret 2013

Mau sehat ? Ingat 3J

Diarsipkan di bawah: Gaya Hidup — Joko S @ 15:44 and tagged , , , , , , , ,

Pola makan 3J, apa itu 3J ?

Jumlah, disesuaikan dengan kebutuhan kalori setiap individu pada setiap tahap fase kehidupan, tanpa melupakan faktor jenis kelamin, status gizi (berat badan dan tinggi badan), umur, aktivitas fisik, dan kondisi khusus (kehamilan, menyusui). Banyaknya kalori yang dibutuhkan oleh pekerja kantoran tentunya berbeda dengan ibu rumah tangga atau atlet.

Jenis, makanlah dengan komposisi zat gizi seimbang dengan jenis yang bervariasi. Kebutuhan karbohidrat kompleks seperti padi-padian (grains/serealia) dan produknya dengan kulit ari utuh seperti roti gandum, menempati urutan dengan porsi terbanyak. Kemudian sayuran dan buah, dan akhirnya kebutuhan protein nabati dan hewani. Sementara lemak, minyak atau gula hanya dibutuhkan tubuh sedikit saja. Kebutuhan makronutrien, mikronutrien (vitamin dan mineral), serat dan air juga harus terpenuhi. Komposisi zat gizi seimbang yang harus terpenuhi yaitu karbohidrat 55 - 60%, protein 30%, dan lemak 15%.

Jadwal, makan yaitu 3x makan besar dan 2-3 kali makan selingan. Makan selingan sebaiknya buah, sayur atau agar-agar yang mengandung serat, telur yang putih telurnya kaya akan protein yang memberikan efek mengenyangkan. Pada kondisi diet menurunkan berat badan pun tetap harus terpenuhi jadwal tersebut, namun yang harus dikurangi adalah porsi makannya. Untuk itu, makanlah tepat pada waktunya.

Halaman Berikutnya »

generiert in 3,138 Sekunden. | Powered by WordPress.